Ya Allah..Ampunkan Aku, Rahmati Aku,Cukupkanlah Aku,Angkatkan Darjatku,Berikan Aku Rezeki Yang Halal Dan Berakah, Berilah Aku Hidayah, Sihatkan lah Tubuh Badan Supaya Aku Dapat Beribadat PadaMu Dan Maafkanlah Aku Atas Kelalaianku Padamu Selama ini.

Thursday, 28 April 2011

10 HAL YANG MENDATANGKAN CINTA ALLAH..

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.




Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.


Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]


Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.


Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.


Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.


Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).


Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.


Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.


Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.


Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.


Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.


Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.


Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh



Artikel: wirausahapesantren.blogspot.com
28/04/2011@khamis

Monday, 18 April 2011

Kesempatan & Pilihan

KESEMPATAN & PILIHAN

Bertemu adalah kesempatan..

Mencintai adalah pilihan..

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai Kesempatan dalam hidup kita..

Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah Pilihan...

Mungkin kesempatan mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai.. Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. Dengan cara yang Sempurna...

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi suami/istri kita yang Belum Sempurna dengan cara yang Sempurna..

Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita.. Agar jiwa kita pun menjadi Sempurna di hadapan Tuhan...

From: Kak Anisah@email
18042011 , Isnin

Thursday, 14 April 2011

Doa Cahaya Atas Cahaya

Dari Kak anisah@email
130411, khamis

DOA CAHAYA ATAS CAHAYA (25 cahaya)




- اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، 1 “Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku

وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، 2 cahaya di lidahku

وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، 3 cahaya di pendengaranku

وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، 4 cahaya di penglihatan-ku,

وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، 5 cahaya dari atasku,

وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، 6 cahaya dari bawahku,

وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا، 7 cahaya di sebelah kananku

وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا، 8 , cahaya di sebelah kiriku,

وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، 9 cahaya dari depanku,

وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، 10 dan cahaya dari belakangku.

وَاجْعَلْ فِيْ نَفْسِيْ نُوْرًا، 11 Ciptakanlah cahaya dalam diriku,

وَأَعْظِمْ لِيْ نُوْرًا، 12 perbesarlah cahaya untukku,

وَعَظِّمْ لِيْ نُوْرًا، 13 agungkanlah cahaya untukku,

وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا، 14 berilah cahaya untuk-ku,

وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا، 15 dan jadikanlah aku sebagai cahaya.

اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا، 16 Ya Allah, berilah cahaya kepadaku,

وَاجْعَلْ فِيْ عَصَبِيْ نُوْرًا، 17 ciptakan cahaya pada urat sarafku,

وَفِيْ لَحْمِيْ نُوْرًا، 18 cahaya dalam dagingku,

وَفِيْ دَمِيْ نُوْرًا، 19 cahaya dalam darahku,

وَفِيْ شَعْرِيْ نُوْرًا، 20 cahaya di rambutku,

وَفِيْ بَشَرِيْ نُوْرًا. 21 dan cahaya di kulitku”

(اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا فِيْ قَبْرِيْ … 22 [Ya Allah, ciptakan-lah cahaya untukku dalam kuburku …

ونُوْرًا فِيْ عِظَامِيْ ) 23 dan cahaya dalam tulangku”] ,

(وَزِدْنِيْ نُوْرًا، 24 [“Tambahkanlah cahaya untukku,

وَزِدْنِيْ نُوْرًا، 25 tambahkanlah cahaya untukku,

وَزِدْنِيْ نُوْرًا) 26 tambahkanlah cahaya untukku”]

(وَهَبْ لِيْ نُوْرًا عَلَى نُوْرٍ 27 [“dan karuniakanlah bagiku cahaya di atas cahaya”]

Cara Memaafkan Diri Sendiri

Mind-Therapy : Cara Memaafkan Diri Sendiri

Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang dimuliakan Allah.
Semoga sapaan saya melalui tulisan kecil ini menjadilah ia sebagai penyambung silaturahim diantara kita. Sehingga detik demi detik yang sedang kita tempuhi takdirnya, menyelimuti sejarah kehidupan kita. Mudah-mudahan anda semua dalam sehat walafiat baik jasmani dan ruhani.

Sementara itu, Kemarin saya mendapat sms dari seorang teman, yang nomornya belum tersimpan di phonebook saya. Alhamdulillah, beberapa waktu ini saya mendapat banyak teman baru, baik FB atau perkenalan langsung ke HP saya. Ada yang kirim hai salam kenal, curhat dan juga berisikan tentang NLP, Hypnohterapy dan EFT.

Sms dari teman saya yang satu ini beda diantara yang lain. Karena sms ini ternyata sungguh berharga bagi saya. Sms tersebut saya baca hampir 5 kali lebih. Kira-kira apa maksudnya, saya resapi lebih dalam, apa makna dari isi nya.

Sembari anda membaca, mungkin anda pernah mengalami atau mendengar peristiwa hampir sama saya alami. Saya tidak tau apakah itu sudah anda jadikan sesuatu yang patut untuk dilupakan atau bisa jadi memang teramnesia secara otomatis oleh fikiran anda. Namun, tips yang sebentar lagi akan anda prkatekkan setelah membaca nya sekarang. Mudah-mudahan bisa kembali membuat anda mencintai, menyayangi, menghargai dan peduli juga saya.

Pernahkah anda mengalami atau merasakannya sekarang, perasaan bersalah pada diri sendiri? Mungkin itu disebabkan oleh anda merasa bersalah kepada orang lain. Kondisi ini yang muncul dalam diri saya, setelah membaca sms dari seorang teman. Inti redaksi smsnya ”... aku kecewa dan menyesal pernah mengenal mu.”

Setelah membacanya, tiba-tiba saya menjadi merasa bersalah kepada diri sendiri dan juga kepadanya. Saya SADARI sebenarnya persaan ini muncul bukan karena sms, tetapi keputusan saya untuk menyikapi demikian. Saya SADAR, kondisi merasa bersalah diri karena cara pandang / menyikapi saja.

Untuk mengatasi kondisi ini, saya mencari makna positif dari kejadian tersebut. Karena saya sangat meyakini, Setiap kejadian yang telah menjadi TAKDIR bagi kita, sungguh itu adalah KEBAIKAN. Bisa jadi Allah mengingatkan saya untuk lebih SADAR (perhatian) kepada shahabat saya. Mungkin juga, kejadian ini menyadarkan saya untuk lebih peka dengan hal-hal kecil dalam persahabatan. Yang pasti, tips yg sedang anda baca, bisa tertulis karena merasa bersalah pada diri sendiri dan orang lain.

Berikut ini langkah-langkah untuk Self Forgiveness Therapy:

1. Tips memaafkan diri sendiri dan orang lain, atau sering dinamakan dengan Forgiveness Therapy dibawah,

2. Niatkan agar Allah memudahkan dan memberhasilkan proses terapi ini…

3. Anda bisa mencari tempat yang nyaman dan aman menurut anda, boleh sambil tiduran (berbaring), duduk bersila atau diatas kursi.

4. Pejamkan mata anda, untuk memudahkan akses memori bawah sadar anda.

5. Putar kembali seluruh rekaman masa berbahagia anda bersama dengan orang itu, terangkan yang anda lihat, perjelas suara yang terdengar, dan nikmati sentuhan yang anda rasakan, atau luapan emosi yang muncul kembali sekarang.

6. Syukuri kepada Allah, bahwa anda bersamanya pernah memiliki cinta, kasih sayang, dan perhatian satu sama lain. Perbesar rasa itu sekarang. (Bila belum bisa merasakan perasaan yang timbul / masih memiliki persaan bersalah pada diri sendiri dan kepadanya, terima saja, biarkan saja ia mengalir dan timbul tenggelam).

7. Fokus pada nafas anda. Nafas masuk dan nafas keluar.

8. Bernafaslah perlahan-lahan, hirup lewat hidung (tahan sejenak), kemudian hembuskan kembali lewat hidung juga.

9. Sambil anda bernafas, berdzikirlah. Anda boleh menggunakan dzikir yang biasa anda gunakan, Seperti Astaqfirullah.

10. Sembari anda menarik nafas lewat hidung, Anda boleh menVISUALISASIkan ampunan, cinta dan kasih sayang Allah berupa warna, cahaya, atau udara masuk melalui hidung anda. Saat menahannya sejenak, Imajinasikan energi itu mengalir keseluruh tubuh anda.

11. Hembuskan nafas anda, sambil berdzikir. Boleh bersuara atau dalam hati saja.
12. Lakukan sampai anda merasa ada Kedamaian, Hening, Bahagia, Cinta dan Kasih Sayang dalam diri anda.

13. Fokuskan pada emosi yang bermuara dalam diri anda, sambil anda terus mensugestikan diri untuk menguatkan perasaan itu. ”Afirmasi/sugesti ; Hening, Damai, Bahagia...”


14. Setelah anda meMAAFkan diri, kemudian merasa nyaman, tenang, damai dan bahagia. Boleh hadirkan kembali orang itu dalam fikiran anda, anda bisa membayangkan sedang bersalaman atau berpelukan dengan nya. Sampaikan kepada nya ”Maafkan aku. Aku masih Mencintai, Menyayangi dan Memperhatikanmu. Engkau selalu ada dalam hatiku”.

15. Alirkan emosi Kedamaian, Hening, Cinta, Kasih Sayang, Perhatian dan peduli yang anda rasakan kesuluruh tubuh anda. Sampai kesaraf-saraf terkecil sebagai respon pengalaman baru. Sehingga menjadi realita bagi diri anda mulai sekarang dan seterusnya.

16. Ucapkan syukur kepada Allah atas pengalaman baru yang anda rasakan sekarang. Pasrahkan dan serahkan kembali semua urusan ini kepada Nya. Alhmadulillah...

Alhamdulillah, setelah saya melakukan cara diatas. Kondisi saya menjadi lebih damai Cinta dan Kasih Sayang. Sehingga saya pun kembali bisa mengisi kehidupan / hari yang saya lewati penuh kenangan indah dan bahagia. Semoga bermanfaat berhasil juga buat anda.

dari kak anisah@ email
Isnin 040411

Zuriat Penyejuk Mata

Doa ini kak anisah suruh aku hafal..


Posted on |

Hari ini aku bersembahyang di Masjid UTM. Khatib bertugas ialah Us Dr Azhar, yang memang merupakan khatib yang aku gemari. Hari ini dia menyentuh tentang salah satu nikmat penting yang Tuhan berikan kepada ibu-bapa, iaitu zuriat.

Antara kemuncak nikmat itu ialah apabila doa ini diterima Allah:

” ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما “

Doa ini merupakan sebahagian dari Surah al-Furqan, ayat 74, yang bermaksud “…Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam kepada orang-orang yang bertaqwa.”

Apakah yang lebih baik dari situasi di mana anak-anak menjadi penyenang hati dan penyejuk mata, dan keluarga kita menjadi imam dan pemimpin bagi orang yang bertakwa? Sebab itu kita tidak boleh jemu mendoakan mereka setiap hari dengan ungkapan doa ini. Mudah-mudahan diterima Allah untuk anak-anak kita semua.

Tetapi itu bukan isu yang menjadi pokok perbincangan khutbah hari ini. Ianya lebih kepada peristiwa menyayat hati yang berlaku saban hari. Bayi ditemui di pusat pelupusan sampah, di dalam longkang, bayi mati dimamah anjing, dihurung semut. Yang sedikit baik nasibnya ditinggalkan ditangga masjid dan ditemui orang. Apakah dosa mereka? Tidak ! mereka tidak berdosa. YAng berdosa ialah ibu-bapa yang telah terlanjur dan buntu lantas melakukan tindakan yang lebih buntu lagi. Yang bersalah ialah masyarakat yang sedar dan berkeupayaan tapi tidak berbuat apa-apa. Amalan “mind your own business” yang diaplikasi di luar konteks yang betul.

Statistik yang didedahkan juga membimbangkan. Secara purata boleh katakan bahawa setiap 3 hari seorang bayi tidak berdosa ditinggalkan ibunya. Yang lebih membimbangkan ialah kerana pasangan yang terbabit ramai yang berusia 18-25 tahun dan dari kalangan itu ramai anak Melayu berugama Islam.

Kalau di masa jahiliyah Arab, anak-anak perempuan ditanam hidup-hidup, kini ianya lebih teruk lagi, anak-anak, lelaki atau perempuan dicampak begitu saja.

Marilah kita saling bantu membantu dalam menangani masalah masyarakat yang di dalamnya kita tinggal bersama. Sama ada usaha membina kesedaran, pencegahan, pembaikan, baik-pulih ataupun “damage control”. Yang penting suatu tindakan positif perlu diambil oleh setiap orang. Bak kata pepatah “if you can’t make waves, make ripples”.

From : kak anisah@email

selasa :120411


KETIKA

  • Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN.

    Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN.

    Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

    Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

    Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETEGUHAN.
    Tetap semangat, tetap sabar..Tetap tersenyum dan terus belajar..

    Karena kau sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN.



  • TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan..

    Orang yg hebat tidak díhasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan ketenangan semata

    Mereka díbentuk melalui kesukaran, tentangan dan airmata..


  • Ketika engkau mengalami sesuatu yg sangat berat dan merasa dítinggalkan sendiri dlm hidup ini ...

    Angkatlah Tangan dan Kepalamu ke atas ...
    Tataplah masa depanmu ...
    Ketahuilah...

    TUHAN sedang mempersiapkanmu untuk menjadi..

    "ORANG YG LUAR BIASA"
From..Kak Anisah @ email
130411
Khamis

Yang sering terlupakan

Yang Sering Terlupakan
oleh Syafuan Nur pada 10 Maret 2011 jam 8:31-Facebook
Assalamualikum Wr Wb
Bapak-bapak/ibu-ibu/saudara-saudara seagama
Maaf tulisan ini hanya sebagai sebuah pemikiran dari seorang yang dangkal dan tidak mengerti dan paham tentang agama islam yang sangat luas dan dalam.
Sering kita mendengar melalui pengajian-pengajian, ceramah-ceramah agama, tauziah-tauziah bahkan khotbah-khotbah agar menjalan syariat islam, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Apa yang mereka sampaikan itu adalah agar kita kaum muslimin bisa semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Sehingga cahaya dari islam itu semakin menempel pada kita dan diharapkan juga akan menjadi rahmatan lil’alamin.
Apakah itu rahmatan lil’alamin ?
Kata "rahmah" berasal dari kata "rahm", yang berarti rasa kasih yang menuntut munculnya perbuatan baik terhadap yang dikasihi. Jadi rahmah adalah rasa kasih yang membuahkan perbuatan baik dari yang mengasihi kepada yang dikasihi, tanpa mengharap balasan. Yang berarti dalam berbuat kita harus ikhlas.
Syaikh Islam Al Murasybi berkata “orang yang dikatakan ikhlas adalah orang yang yang beramal tanpa takut hal-hal yang jelek pada amalnya diketahui oleh orang lain”. Maksudnya adalah karena kita tidak berdaya untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala “Allah yang menaikkan derajat dan menurunkan, melapangkan dan menyusahkan dan pasangan-pasangan lainnya” yang ada di alam semesta ini.
Sampai disini, lalu apa yang terlupakan oleh kita sesuai dengan judul diatas atau kalau kita lebih vocal bahasanya “Apa yang salah dengan kita” padahal kita sudah menjalankan syariat islam sesuai dengan Al Qur’anul karim dan Sunah Nabi, yaitu Rasulullah SAW Nabi Muhammad Ibni Abdillah.
Jawabannya adalah “Kita lupa berterima kasih atau bersyukur kepada Rasulullah SAW” yang juga dikatakan oleh rasul sendiri Aku diutus ke permukaan bumi agar menjadi rahmat bagi sekalian alam “ Rahmatan Lil’alamin “ sementara Allah juga menciptakan kita dan alam semesta ini agar menjadi rahmat bagi kita dan sekalian alam.
Memang apa yang telah kita amalkan telah sesuai dengan Kitabullah dan Sunah, secara implisit dan eksplisit kita sudah mengerjakan perintah dan larangan Nya (Allah dan Rasul) namun sering kita melakukannya hanya teringat kepada Allah saja tapi kita lupa dengan kekasih Nya (Habibullah). Padahal semua ajaran Allah itu melalui kekasih Nya. Yang berarti kita lupa dengan Rasulullah SAW, orang yang berjasa kepada kita setelah Allah. Bahkan syahadatpun ada dua yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul, artinya dalam mengerjakan ajaran islam janganlah lupa pada Allah dan Rasul Nya.
Kenapa perlu ditekankan untuk ingat dengan rasul, karena apabila kita lupa dangan rasul Nya penghayatan kita terhadap agama Islampun menjadi tidak sempurna, kita mengangap rasul itu hanya sebagai pembawa risalah saja, begitu rasul tiada habislah perannya/jasanya bagi kita, karena itu hidupkan peran rasul pada diri kita. Lalu bagaimankah caranya menghidupkan rasulullah pada diri kita ? Salah satu jalannya adalah sesuai dengan hadist Nabi Saidina Muhammad SAW, yang berbunyi “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat “. Apakah pengertian dari hadist nabi tersebut :
Menurut saya pengertian adalah ;
1. Kita diperintahkan untuk melaksanakan shalat seperti beliau (arti zhahir)
2. Jika kita melaksanakan shalat maka kita seakan-akan melihat nabi mengerjakan shalat (arti bathin) sama dengar
arti ihsan.
Apabila peran rasul menjadi hidup (lahir) pada diri kita sehingga kita seakan-akan selalu memperingati kelahiran nabi (Maulidur Rasul/tidak hanya pada bulan Rabiul Awal saja) tapi setiap saat, dengan demikian kita seakan-akan juga menjadi kaki tangan, perpanjagan tangan, pewaris, dan bisa dikatakan sahabat rasul yang tidak terpisahkan. Inilah arti sesungguhnya menghidupkan sunah rasul. Juga arti sesungguhnya “Siapa yang menghidupkan sunah Ku, maka dia akan berkumpul dengan Aku” , di dunia (menurut pemikiran saya) dan akhirat. Dengan demikian dalil rahmatan lil’alamin pun menempel juga dengan kita. Allah rahmatan lil’alamin, rasul rahmatan lil’alamin, kita pun demian juga, karena kita tidak pernah terpisahkan dengan pembawa rahmat bagi sekalian alam.